«

»

May 03

Fatimah Vs Ali dan Buah Delima

delima

Ketika itu Fatimah sedang sakit sehingga untuk sementara waktu peran Fatimah sebagai ibu rumah tangga digantikan oleh Ali. Suatu ketika Fatimah ingin memakan buah delima. Lalu Ali pergi untuk membeli buah tersebut. Ali membeli satu buah delima karena uangnya hanya cukup untuk membeli satu buah delima saja.Ditengah perjalanan menuju pulang, Ali melihat seorang pengemis yang sedang sekarat karena kelaparan.

Lalu Ali memberikan buah delima tadi kepada pengemis tersebut hingga pengemis tersebut berdoa kepada Allah untuk kebaikan Ali. Setibanya di rumah, Ali menceritakan hal itu kepada istrinya Fatimah. Namun Fatimah tidak marah bahkan Fatimah bangga kepada Ali atas tindakan yang dilakukan oleh suaminya tersebut karena Fatimah adalah seorang wanita sholehah. Beberapa waktu kemudian, datanglah Ustman membawa 10 buah delima. Tetapi ustman hanya memberikan 9 buah saja kepada Ali dan 1 buah lagi disimpan oleh ustman pada lengan kanannya, karena Ustman ingin menguji keluasan ilmu Ali. Ustman mengatakan bahwa buah tersebut adalah titipan dari Allah. Ketika 9 buah delima tersebut diberikan kepada Ali, Ali pun menyangkal, “jika itu merupakan titipan Allah, maka seharusnya saya mendapatkan 10 buah delima”.Ustman pun tersenyum, lalu memberikan 1 buah delima yang disimpannya tadi.

Jadi, satu kebaikan yang kita lakukan akan dibalas dengan 10 kebaikan. Allah itu tidak sia-sia. Rezeki kita tidak akan kemana. Jadi jangan ragu untuk berbuat kebaikan, seperti cerita seorang supir angkot yang memperoleh rezeki yang tak di sangka-sangka hanya karena mengratiskan seorang ibu dan anaknya yang tidak memiliki uang untuk membayar ongkos angkotnya. Mari kita berlomba lomba dalam berbuat kebaikan, jangan bangga jika dahulu kita adalah orang yang rajin namun sekarang tidak lagi seperti itu alias kerajinannya menurun.Seringkali hal itu kita bangga-banggakan dihadapan teman-teman kita saat bercerita. Itulah orang-orang yang merugi, teman… Seharusnya hari ini lebih baik daripada hari kemaren. Bukan bermaksud menghakimi, hanya peringatan khususnya untuk diri sendiri karena saya yakin teman-teman sudah sering mendengar hal semacam ini. Kita dianjurkan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Saya tidak lebih baik dari teman-teman semua. Bisa jadi teman-teman lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, lebih luas ilmunya, lebih banyak pengalamannya dan lebih tinggi pemahamannya daripada saya. Oleh karena itu, marilah kita menebar kebaikan di muka bumi ini. Tebarlah senyuman saat bertemu dengan sesama, karena senyuman yang tulus itu bisa menyejukkan hati orang yang memandangnya. Seperti sebuah kisah dimana seorang perempuan batal bunuh diri hanya karena melihat senyuman yang tulus dari seseorang yang baru saja berpapasan dengannya. Perempuan tersebut merasa bahwa masih ada secercah cahaya di dunia ini yang dapat menerangi kegelapan hidupnya. Dan ia pun berhak memperoleh cahaya itu. Begitulah tarbiyah mengajarkan kita. Kita hidup di dunia hanya untuk mencari ridho Allah, jadi apa-apa yang kita lakukan adalah hal-hal yang diridhoi Allah. Jangan bangga dengan kedurhakaan dan kejahiliahan kita.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Email
  • RSS
  • Blogger
  • MySpace
  • Tumblr
  • Google Plus

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Email
Print
WP Socializer Aakash Web