«

»

Mar 02

Kampus Mengaji dan Pendidikan Karakter

oleh : Prof. Ganefri – Rektor Universitas Negeri Padang

Program Kampus Mengaji, Bershalawat, dan Subuh Mubarakah di Universitas Negeri Padang, dibuka langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, Rabu (22/2) malam lalu, di Masjid Raya Al-Azhar, kampus UNP Airtawar.

Program Kampus Mengaji merupakan pengembangan dari program nasional bertajuk Nusantara Mengaji (NM). Digagas sejak tahun lalu, dan dideklarasikan bersama di kampus Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ), NM kemudian diserap untuk lingkungan kampus melalui  program Kampus Mengaji oleh Kementerian Ristek-Dikti.

Kedatangan Menristekdikti ke UNP sekaligus meresmikan launching pertama di Sumbar. Dikoordinatori oleh Jazilul Fawaid, program ini merambah kampus-kampus sebagai sasaran kegiatan. Sejauh ini, NM telah berhasil mengkhatamkan Al Quran secara bersama sebanyak 300 ribu kali khamatan (www.republika.com).

Menristek-Dikti, Mohamad Nasir dalam sambutannya mengatakan, Kampus Mengaji merupakan bagian dari revolusi mental untuk mengatasi penyebaran paham radikalisme di lingkungan kampus. Melalui revolusi mental, diharapkan terwujud generasi yang religius, sehingga bangsa semakin aman dan tenteram.

Sebagai kampus yang sejak awal berkomitmen mencetak generasi pendidik yang berkarakter dan memiliki hard dan soft skill yang mumpuni, UNP menyadari sepenuhnya tugas sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan yang religius dan berakhlak mulia. Untuk mewujudkan kampus yang religius, selain dididik secara kognitif, ilmu pengetahuan dan teknologi, mahasiswa juga harus dididik secara cerdas dari segi spiritual.

Jauh sebelum diadakannya program Kampus Mengaji, UNP sudah menerapkan kemudahan untuk kuliah di UNP bagi penghafal Al Quran, serta qori dan qoriah berprestasi. Di sinilah letak arti penting dan nilai strategis program Kampus Mengaji. Civitas akademika UNP berkomitmen meningkatkan kualitas mental seluruh elemen kampus, mulai dari dosen, mahasiswa dan juga tenaga kependidikan. Kampus Mengaji adalah salah satu program kontiniu dan dengan muatan yang tersistem dengan baik yang diyakini mampu mendorong tercapainya sasaran tersebut.

Lebih jauh, menyadari bahwa kampus merupakan pusat keunggulan (centre of excellent) yang menjadi sumber dari penyebaran nilai-nilai positif untuk ditularkan ke tengah masyarakat, UNP kemudian menyambut positif dan memperluas model kegiatan, tidak hanya terbatas pada Kampus Mengaji berupa kegiatan tadarus mengaji di waktu Maghrib setiap minggunya, namun juga ditambah dengan Subuh Mubarakah di Jumat Subuh berupa Shalat Subuh berjamaah dan diskusi ke-Islaman.

Kegiatan-kegiatan itu akan terus dilakukan setiap minggu, seluruh fakultas akan dilibatkan dan masing-masing fakultas wajib menjadi penyelenggara secara bergilir di setiap minggunya. Diharapkan, dengan demikian tidak ada yang merasa terbebani, sekaligus akan memeratakan sosialisasi gerakan Kampus Mengaji ke seluruh elemen kampus tanpa terkecuali.

Dengan demikian, sesuai dengan fungsi edukasi dan ilmiah kampus, program Kampus Mengaji dan Subuh Mubarakah diharapkan memicu civitas akademika untuk tidak hanya membaca kandungan Al Quran, namun lebih jauh dari itu, memahami dan mengkaji secara ilmiah-religius pesan-pesan dalam Al Quran, sesuai perspektif ilmu pengetahuan masing-masing.

UNP siap menjadi inspirator, motivator, fasilitator bagi kampus-kampus lain di Padang khususnya, dan Sumbar umumnya, untuk semakin memperluas syiar ke-Islaman melalui program Kampus Mengaji ini. Tantangan di era globalisasi semakin menggerus mental dan karakter para generasi muda yang sedang belajar di perguruan tinggi, ini menuntut kita semua untuk memperkuat dan memperbanyak formula yang mampu menghadang dan mengantisipasi seluruh ancaman tersebut.

Di tataran ini, Kampus Mengaji diyakini menjadi salah satu senjata utama untuk membentengi mental mahasiswa menghadapi implikasi negatif globalisasi. Terlebih lagi, di bumi yang memegang teguh filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ini, tentunya seluruh elemen mesti menyadari bahwa retorika untuk kembali berkiblat pada ajaran agama tidaklah cukup. Perlu sebuah gerakan konkret yang langsung menyasar pada pembentukan dan perbaikan karakter para calon pemimpin bangsa.

Itu hanya bisa dicapai melalui studi komprehensif dan massif terhadap kandungan kitab Al Quran, karena kita percaya bahwa kandungan juga berisikan muatan ilmu pengetahuan selain tuntunan kehidupan sehari-hari. Melalui program Kampus Mengaji, diharapkan lahir generasi yang tidak sekadar cinta Al Quran, namun juga cinta tanah air, karena pesan yang ada dalam Al Quran juga mengandung pesan untuk menciptakan manusia yang sadar tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota masyarakat dan warga negara.

Sebuah pekerjaan yang tidak mudah memang, namun kita semua harus memelihara spirit untuk mengisi tanggung-jawab yang sudah diamanahkan bahwa hanya melalui pendidikan yang bermuatan spiritualah kita bisa menanam investasi berupa penguatan mental generasi penerus di masa depan.

Generasi penerus inilah yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Untuk itu, sebagai langkah konkret, khusus di Sumbar, gerakan sinergis antar-kampus dan ditambah dukungan seluruh pemangku kepentingan lainnya sangat ditunggu, dan UNP siap menjadi pusat gerakan Kampus Mengaji di Sumbar. (*)

Diambil dari sumber : http://www.m.padek.co/detail.php?news=80021 • 2017-02-28 12:14

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Email
  • RSS
  • Blogger
  • MySpace
  • Tumblr
  • Google Plus
Email
Print
WP Socializer Aakash Web