«

»

Aug 30

Mahasiswa

 

Mahasiswa. Memang kata ini hanya terdiri atas sembilan huruf, namun maknanya menghujam hingga ulu hati. Mahasiswa, kata yang tak asing di dunia perkuliahan. Selalu disebut, selalu disanjung, dan tak ada lagi kata dimarahi. Saat kamu sudah duduk di bangku kuliah, maka tak ada lagi orang yang akan sering memerintah dan menghukummu. Mahasiswa sudah dianggap dewasa untuk membedakan mana yang benar dan salah untuk ia lakukan. Belajar pun bukan lagi atas tuntutan dosen, melainkan atas kemauan mahasiswa itu sendiri. Jika mau belajar, silakan simak materi perkuliahan dengan baik dan sungguh-sungguh. Namun jika tidak, silakan membolos. Tak seorang pun yang akan bertanggung jawab atas masa depanmu kecuali dirimu sendiri. Kelihatannya angker, ya. Hehe.
Bagi yang kuliah di kota seberang, selain merelakan masa kanak-kanaknya, mereka juga meninggalkan Ibu Bapaknya. Jika biasanya untuk shalat Shubuh ada Ibu yang senantiasa membangunkan, namun tidak lagi jika kamu sudah menjadi mahasiswa yang ngekos jauh dari orang tua. Yang membangunkan bukan lagi tepukan lembut Ibu, melainkan alarm ponsel yang berbunyi keras tanpa henti. Ya, itulah yang menjadi kegiatanmu di hari pertama. Bangun tanpa ditemani Ibu. Tak ada lagi yang menyuruhmu untuk sikat gigi, mandi, bahkan makan. Semua harus kamu lakukan sendiri dengan mandiri. Bayang-bayang Ibu terlintas di tengah lamunanmu memperhatikan materi yang disampaikan dosen. Air mata menetes tanpa kamu sadari. Tenanglah duhai teman. Melangkahlah ke mushalla terdekat. Basuhlah anggota wudhumu dan shalatlah. Menangislah dalam sujudmu. Biarkan isakan tangis itu lepas sehingga membuatmu lega. Lalu, berdo’alah untuk dua orang Ibu Bapakmu, yang selalu menerima hadirmu, seburuk apapun dirimu. Walau sibuk dengan dunia perkuliahan, rehatlah barang sejenak untuk mengabari hati-harimu pada orang tuamu. Banyak diantara kita yang tak tahu, jarangnya orang tua menelfon bukanlah berarti mereka tak peduli. Mungkin saja mereka sesekali menelfonmu, tapi tak jarang kita balas sapaan rindu mereka dengan ucapan ‘Maaf Bu, aku begitu sibuk’. Perkataan itu melukai hati mereka. Mereka tak bermaksud mengganggumu, hanya menanyai kabarmu, lalu apa yang salah. Orang tua takut mengganggu sehingga mulai jarang menelfonmu. Sebagai mahasiswa, kita harus selalu ada untuk Ibu Bapak. Jangan lukai hati mereka dengan mengatakan dirimu sibuk. Jika sempat, hubungilah mereka. Tanyakan kabarnya. Sungguh, hati mereka akan berbunga-bunga karena bahagia!

Mahasiswa bukanlah mereka yang hanya duduk di kelas mendengarkan materi dengan baik. Mereka menawarkan kontribusi, baik itu melalui organisasi kampus, karya tulis ilmiah, lomba di kancah nasional maupun internasional. Mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan, begitu banyak potensi yang bisa diasah disini. Berkontribusilah. Jika kita melakukan sesuatu untuk orang lain dan orang itu merasa bahagia karenanya, maka rasakanlah, muncul rasa hangat di dalam hati. Inilah kepuasan jiwa.

Mahasiswa, bukan hanya intelektualnya yang maju, namun emosinya juga harus baik. Tak ada artinya pintar namun tak dekat dengan Tuhan. Bukankah ilmu itu sendiri menuntun kita untuk melihat keagungan sang pencipta? Jika ingin dijamin rezeki kita di sore harinya, maka lakukanlah shalat dhuha. Jika ingin menemukan kedamaian jiwa dan dikabulkan pinta-Nya oleh Allah, maka tahajudlah di sepertiga malammu. Di sepertiga malam itu, Allah turun ke bumi mengabulkan permohonan siapa saja yang memohon padanya. Jika biasanya sebagai mahasiswa, seringkali dihantui perasaan malas, berat, bahkan putus asa, merataplah pada-Nya. Menyungkur sujudlah pada-Nya dan berdoalah agar senantiasa diberi kekuatan dan kemudahan. Mereka yang seimbang intelektual dan agamanya, maka akan tampak dari perilaku dan pancaran wajahnya yang menyejukkan hati jika dipandang.

Mahasiswa harus tahu banyak hal. Sebab, ketidaktahuan adalah aib. Jika ingin didengar, maka jadilah orang pintar. Bawa buku kemana-mana dan jadilah tempat bertanya bagi siapa pun yang membutuhkan.
Mahasiswa, semangatlah. Masa depan menantimu. Tebarlah manfaat bagi banyak orang karena Allah! Kembalilah kelak ke kempung halaman sambil membayangkan senyum bahagia orang tuamu yang rela melepasmu dengan air mata. Inilah mahasiswa, dunia penuh tantangan dan rintangan!

#SalamMahasiswa
#syiar15
#unlimited_spirit_on_dakwah

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Email
  • RSS
  • Blogger
  • MySpace
  • Tumblr
  • Google Plus
Email
Print
WP Socializer Aakash Web